Acara Dakwah di Televisi Jangan Konyol

Acara Dakwah di Televisi Jangan Konyol – Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) berharap tayangan televisi selama Ramadan harus mendidik masyarakat.

JK mengakui jika tayangan acara Ramadan di televisi biasanya tidak jauh dari tema lucu. Namun demikian dia berharap televisi-televisi yang menayangkan acaranya bisa selektif memilih tema yang akan ditayangkan. Menurut JK konteks lucu bisa dibagi menjadi dua, yaitu humor atau konyol.

“Pertama, biasanya televisi mencari acara yang harus menarik. Dalam Ramadan pasti mencari tokoh apakah dia lucu, lucunya pun ada dua, humor atau konyol. Bagi orang di Jakarta dan kampung kan berbeda pandangan masalahnya,” kata JK di kantor sekretariat DMI, Menteng, Jakarta, Selasa (9/7).

“Jadi kalau lucu yang dipilih, kita menganjurkan kalau humor ya tapi jangan konyol, jangan sampai merendahkan dakwahnya sendiri, nanti banyak orang yang tersinggung,” ujarnya.

Selain itu, JK menilai bahwa di Indonesia saat ini tidak mempunyai tokoh religi yang mampu membawakan program acara televisi Ramadan dengan baik. Kendati demikian, ia tetap mengimbau agar televisi tetap menayangkan program dakwah sebanyak-banyaknya, namun sarat pendidikan yang bisa mendidik masyarakat dalam meningkatkan iman dan takwa di bulan Ramadan ini.

“Yang kedua, kita tidak punya banyak ustaz yang baik, dulu ada seperti Uje atau Aa Gym. Tapi silakan berdakwah dengan baik dan kreatif tapi jangan sampai konyol,” imbuhnya.